0d20d1_c8255b6dc9ed469cbb5fbb5879806d7e~mv2_d_3886_3100_s_4_2

Pernapasan diafragma, sering disebut juga sebagai pernapasan perut, adalah teknik sederhana yang bisa dilakukan siapa saja untuk membantu mengendalikan tekanan darah tinggi secara alami. Berbeda dengan pernapasan dada yang dangkal dan cepat, teknik ini melibatkan otot diafragma di bawah paru-paru, sehingga oksigen lebih banyak masuk ke tubuh dan karbon dioksida lebih efektif dikeluarkan. Saat hormon stres seperti kortisol meningkat, tekanan darah cenderung naik, tapi dengan latihan rutin, pernapasan diafragma bisa mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang bertanggung jawab untuk relaksasi.

Mulailah dengan posisi nyaman: duduk tegak di kursi atau berbaring di tempat tidur. Letakkan satu tangan di dada dan satu lagi di perut. Tarik napas perlahan melalui hidung selama 4 detik, rasakan perut mengembang seperti balon yang sedang diisi udara, sementara dada tetap diam. Tahan napas selama 4 detik, lalu hembuskan secara perlahan melalui mulut selama 6 detik, biarkan perut kembali rata. Ulangi siklus ini 10 kali, idealnya 2-3 kali sehari, misalnya pagi hari saat bangun tidur atau malam sebelum tidur.

Manfaatnya tidak hanya terasa pada tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa teknik ini bisa menurunkan denyut jantung dan meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga pikiran lebih jernih dan tidur lebih nyenyak. Bagi pemula, mungkin terasa aneh pada awalnya karena kita terbiasa bernapas dangkal akibat gaya hidup modern yang penuh tekanan. Namun, setelah seminggu latihan, Anda akan merasakan tubuh lebih rileks. Kombinasikan dengan lingkungan tenang, seperti di taman atau kamar dengan cahaya redup, untuk hasil maksimal.

Jangan lupa, konsistensi adalah kunci. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dulu dengan ahli sebelum memulai. Teknik ini bukan pengganti pengobatan medis, tapi pendukung alami yang aman. Coba catat tekanan darah sebelum dan sesudah latihan untuk melihat perubahannya sendiri. Dengan pernapasan diafragma, Anda tidak hanya menurunkan tekanan darah, tapi juga membangun kebiasaan sehat untuk hidup lebih panjang dan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *